Begitu kata tokoh nasional Rizal Ramli dalam orasi kebudyaan di acara Malam Budaya Manusia Bintang 2018 di Grage Horizon Bengkulu, Minggu (29/4).
Menurut Rizal meski teknik terapi pengobatan Digital Substraction Angogram (DSA) yang dijalankan Terawan untuk mengobati stroke mendapat perdebatan, namun inovasi tersebut harus diakui oleh masyarakat Indonesia. Sebab bukan satu dua orang yang menemui dr Trawan untuk minta disembuhkan.
Bahkan bukan di Indonesia saja yang memperdebatkan metode terapi ala Trawan. Saat dirinya berkunjung ke Singapura dan Jerman, dokter di dua negara itu masih memperdebatkan terapi tersebut. Namun kenyataannya, banyak penderita stroke yang dipegang Terawan berangsur membaik.
"Itulah kenapa saya bangga kepada Mayor Jenderal dr Terawan, dia
berani eksperimen. Saya ke Singapura, dari Singapura bilang nggak benar
itu dokter Terawan begini begitu, saya ketemu dokter Jerman juga. Tapi
faktanya dokter Terawan menyembuhkan mungkin sudah ribuan orang dari
masalah-masalah stroke dan masalah lain, menurut kita, bangsa kita harus
memberi penghargaan untuk inovator," paparnya.
Kebanggaan lain sosok Terawan menurut penilaian Rizal adalah kontroversi yang ditimbulkan melebihi fenomena bintang dangdut. Bahkan para elit sibuk membicarakan terapi Terawan.
Menurutnya langkah Terawan ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi baru agar Indonesia lebih dikenal oleh dunia Internasional.
"Kalau di luar negeri mereka sangat menghormati orang yang melakukan inovasi. Karena kemajuan disebabkan inovasi," ujarnya.
[nes]