"Saya mengusulkan kawan-kawan aktivis masuk kabinet," katanya dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Sabtu (28/4).
Menurut dia ada beberapa aktivis yang pantas duduk di kursi tampuk kementerian, misalkan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Aktivis Nasional (PENA) 98, Adian Napitupulu.
Kata dia, para aktivis tak perlu ragu lagi untuk masuk ke ranah politik, karena memang gerakan 98 merupakan tindakan politik, meskipun pada dasarnya gerakan itu merupakan gerakan moral untuk menumbangkan rezim Soeharto.
"Kenapa hari ini posisi tawar kita lemah," tandasnya.
Diungkapkannya, pada awal-awal reformasi lalu, datang tawaran dari Presiden RI, BJ Habibie maupun Ketua MPR RI ketika itu, Amien Rais untuk memberikan jatah bagi 100 orang aktivis masuk sebagai politisi Senayan.
"Kita menentukan sikap untuk tidak menerima tawaran untuk masuk parlemen, kalau waktu itu kita berpikir politik, kita sekarang senior di DPR. Karena waktu itu tawaran 100 orang aktivis untuk masuk parlemen, kami tolak, clear, itu sikap kita," bebernya.
Dijelaskan penolakan dilakukan karena mereka tidak percaya terhadap parlemen yang selama setelah 32 tahun era orba tidak melakukan tugas dan fungsinya sesuai amanat yang diberikan rakyat.
[ian]
BERITA TERKAIT: