Menurutnya sebagai organisasi sosial yang bergerak untuk meningkatkan kesejahteraan petani, pihaknya tidak mendukung kandidat calon kepala daerah, calon legislatif maupun calon presiden.
"Kamis semua yang jadi jaminan, kami tidak ada dukung mendukung dalam Pemilu, Pilpres dan Pilkada," jelas Bambang di Kantor DPN HKTI, Jakarta, Jumat, (27/4).
Lebih lanjut, meski secara organisasi HKTI tidak mau ikut dalam lingkaran politik praktis, namun HKTI tidak melarang pengurus atau anggota HKTI menjadi pengurus atau kader partai politik. Sebab HKTI sendiri merupakan organisasi gabungan dari berbagai unsur.
"Jika ada yang berpolitik ya silahkan tapi di luar HKTI, ketika di HKTI kita jalankan program HKTI," tegas Bambang.
Saat disinggung mengenai Ketua HKTI Moeldoko yang dekat dengan petahana presiden Joko Widodo, Bambang menilai hal tersebut sah-sah saja.
Ia menilai Moeldoko tidak akan membawa HKTI untuk ikut politik praktis dengan mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019.
Bambang kembali menekankan bahwa HKTI tidak berpolitik, kalaupun berpolitik tujuannya untuk mensejahterakan petani.
"Politik kita adalah politik pangan dan membangun kesejahteraan petani, bukan politik praktis," pungkasnya.
[nes]