"Sebetulnya kalimat itu menunjukkan semacam kekhawatiran, semacam ekspresi agar kemudian gerakan itu tidak meluas," kata dia di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (9/4).
Menurut Ubaidillah, Jokowi tidak perlu menanggapi hal itu secara berlebihan. Harusnya, Jokowi sebagai Kepala Negara menanggapi fenomena itu sebagai fakta demokrasi.
"Kalau pun itu menjadi kenyataan kan itu memang peristiwa yang tidak bisa dihindari," tukasnya.
Presiden Jokowi beberapa hari lalu memberikan komentar terkait kaos dan atribut lain yang menggunakan tagar #2019PresidenBaru dan #GantiPresiden2019. Dia menyindir dengan mengatakan kaos tidak bisa turunkan Presiden, urusan mengganti Presiden itu kedaulatan rakyat.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: