"Itu metode merusak demokrasi. Kalau mau ganti ikuti saja proses demokrasi. Itu pola politik kotor yang tidak mendidik publik," ujar pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe kepada
Kantor Berita Politik RMOL melalui sambungan telepon, Minggu (8/4).
Menurut Maksimus cara tersebut merupakan cara yang salah. Alasannya karena proses demokrasi merupakan proses yang mengedepankan gagasan dan konsep pembangunan.
Bahkan sampai saat ini tidak diketahui siapa yang pertama kali menginisiasi adanya gerakan #GantiPresiden2019. Maksimus menyarankan masyarakat Indonesia untuk berhati-hati serta cerdas menanggapi viralnya gerakan tersebut.
"Kalau ada pihak-pihak yang menggunakan cara demikian maka publik harus cerdas menilainya sebab demokrasi melahirkan pemimpin dengan cara-cara rasional dan bukan emosional," tukasnya.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.