"Akibatnya presiden dianggap orang-orang tidak memahami realitas," kata Fahri Hamzah dalam pesan singkat, sesaat lalu, Minggu (8/4).
Pidato menyoal kaos "2019 Ganti Presiden" dalam acara acara Konvensi Nasional 2018 kelompok relawan di Puri Begawan, Kota Bogor, Jawa Barat, kemarin, salah satu pidato yang dikritik Fahri Hamzah. Pidato itu ujarnya misleading alias menyesatkan. Jokowi mengatakan kaos tidak bisa menggantikan presiden.
"Soal kaos bagian kecil dari misleading dari pidato presiden," kata Fahri Hamzah.
Pihaknya mengaku tidak tahu siapa yang membuat pidato presiden tersebut. Sebab pidato presiden biasanya terkonsep.
Pidato Jokowi kata dia lagi, tidak melayani kepentingan publik, terutama terkait banyaknya persoalan penting dari masa depan infrastruktur. Kemudian soal utang negara yang disinggung Jokowi dalam pidatonya. Kemudian soal tugas pemimpin dalam memberikan keyakinan dan keberanian yang justru selama ini tidak nampak dari presiden.
"Sebab presiden sering kali bergelut dengan tema-tema yang mencemaskan dan tentu ini perlu pembahasan dan kajian yang menarik," ujar Fahri Hamzah.
[dem]