#GantiPresiden2019 Bentuk Kegalauan Gerindra

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 06 April 2018, 17:01 WIB
rmol news logo . Tagar #GantiPresiden2019 menyedot perhatian di media sosial. Meski begitu diingatkan bahwa yang terpenting adalah hasil pilpres.

Tagar tersebut pertama kali dumunculkan oleh sejumlah politisi seperti Wakil Ketua Gerindra Fadli Zon di acara Indonesia Lawyers Club.

"Jika ingin mengganti presiden artinya harus mengalahkan Jokowi dulu di Pilpres 2019 nanti," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin kepada redaksi, Jumat (6/4).

Dia melihat tagar #GantiPresiden2019 sebagai kegalauan partai di luar pendukung Jokowi terhadap elektabilitas Jokowi yang tetap teratas dari figur capres lainnya.

"Bisa saja bentuk kegalauan Gerindra, karena elektabilitas Prabowo masih di bawah Jokowi," tandasnya.

Dia mengatakan presiden baru atau yang lama, terpenting adalah bisa membawa perubahan dan menuntaskan persoalan-persoalan bangsa Indonesia saat ini seperti korupsi, narkoba, hutang, dan kesejahteraan rakyat.

"Jangan sampai presiden baru menambah hutang baru. Lalu siapa yg akan membayar hutang jika setiap presiden baru mengambil hutang baru," tutupnya.[dem] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA