Jangan Ada Intrik Bisnis Di Balik Pemecatan Dokter Terawan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/soraya-novika-1'>SORAYA NOVIKA</a>
LAPORAN: SORAYA NOVIKA
  • Rabu, 04 April 2018, 20:20 WIB
Jangan Ada Intrik Bisnis Di Balik Pemecatan Dokter Terawan
Jazuli Juwaini/Net
rmol news logo Metode cuci otak yang digunakan Mayor Jenderal (Mayjen) TNI dr. Terawan Agus Putranto untuk mengobati pasien seharusnya dihormati sebagai hasil karya anak bangsa.

Begitu kata Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini menanggapi pemecatan keanggotan Dokter Terawan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Apalagi, sambungnya, metode yang digunakan Dokter Terawan itu mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat, utamanya pasien stroke.

“Saya mengajak semua pihak untuk menghormati hasil karya anak bangsa yang membawa manfaat untuk bangsa, ya itu aja dulu, itu prinsip umumnya," ujar Jazuli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/4).

Dia berharap, pemecatan yang dilakukan IDI itu tidak dilatari oleh intrik-intrik bisnis di bidang kesehatan.

"Saya pikir ini jangan sampai ada intrik-intrik bisnis yang dibawa ke dalam hal-hal yang tidak penting ya," lanjut Jazuli.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga meminta Kementerian Kesehatan segera menyelesaikan kasus ini agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Sementara di satu sisi, Komisi I DPR akan bertolak ke RSPAD untuk meminta klarifikasi kepada Dokter Terawan.  

"Saya berharap kementerian kesehatan bisa menyelesaikan dengan baik kasus ini, hari ini komisi I akan melakukan kunjungan ke RSPAD menemui Dokter Terawan," pungkasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA