Menurut pria yang akrab disapa HT ini, usulan semacam itu merupakan hak yang sangat lumrah.
"Kalau mengusulkan boleh-boleh saja. Saya rasa kita enggak perlu berbicara seperti itu," katanya saat ditemui di Kantor DPP Partai Perindo, Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (31/3).
Bagi dia, Indonesia saat ini membutuhkan sebuah perubahan konkret. Sosok cawapres harus mampu membantu Jokowi dalam membawa perubahan itu. Perubahan konkret yang dimaksud adalah membuat kebijakan yang tepat agar masyarakat menjadi maju dan lebih banyak lagi menciptakan kelompok produktif.
"Jangan kita hanya tergantung pada kelompok itu-itu saja," tekan HT.
Dijelaskannya, dengan jumlah penduduk yang makin banyak akibat pertumbuhan yang makin pesat, pemerintah harus mampu menciptakan lapangan kerja yang besar. Bahkan jauh lebih besar daripada pertumbuhan penduduk itu sendiri.
"Sebab kita sekarang ini makin tumbuh penduduknya, lapangan kerja masih dibutuhkan sangat besar. Artinya lapangan kerja harus diciptakan oleh kelompok baru, tidak bisa diciptakan oleh kelompok itu-itu saja. Saya punya karyawan 40 ribu, pasti ada batasnya. Setiap organisasi kan dia pasti punya limitasi dimana dia bisa tumbuh," jelasnya.
Dipertegas soal dirinya jadi cawapres Jokowi, HT jawab diplomatis.
"Kalau saya gampang. Saya ingin Indonesia maju. Saya ini prajurit, apa saja untuk kemajuan bangsa Indonesia," demikian boss MNC Group ini.
[sam]
BERITA TERKAIT: