Wakil Sekjen DPP Gerindra, Aryo Djojohadikusumo menilai selama ini pemerintah terlalu menjadikan infrastruktur sebagai parameter pembangunan bangsa. Padahal, kualitas manusia akan menjadi penentu satu bangsa dapat bersaing atau tidak.
"Jokowi persilakan berbicara tantangan ekonomi. Bagi kami percuma program Insfratruktur saja (dikembangkan), tapi manusianya enggak didirikan," jelasnya saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/3).
Aryo khawatir jika infrastruktur terus maju tanpa ada kemajuan kualitas manusia, maka hasil pembangunan tidak dinikmati oleh masyarakat melainkan pihak luar yang menjalankan bisnis di Indonesia.
"Nanti yang menikmati tol dan LRT orang luar negeri, wisatawan. Truk-truk yang melewati jalan tol perusahaan luar negeri juga," ujarnya.
[nes]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: