"Secara objektif siapa pun yang memiliki visi yang sama untuk program-program percepatan pembangunan bisa dampingi Pak Jokowi," kata dia di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/3).
Meski begitu dia mengatakan elektabilitas juga jadi pertimbangan penting. Hal itu bila tingkat elektoral pesaing Jokowi nanti cukup kuat.
Dengan begitu, cawapres yang dipilih mendampingi Jokowi dapat mendongkrat perolehan suara.
"Jika ada pertimbangan nanti lawannya kuat, maka elektabilitas penting dari siapa cawapres Pak Jokowi," ujarnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: