Sejak awal dia sudah meragukan informasi itu. Untuk mengujinya, mantan penasehat PBB itu bertanya kepada seorang psikolog temannya.
Menurut sang psikolog, memori orang gila hanya bisa bertahan sekitar satu menit.
Setelah itu, si orang gila akan kembali kehilangan kesadaran.
Demikian disampaikan Rizal Ramli ketika berbicara dengan awak media di Restoran Riung Sari, Jalan L.L.R.E Martadinata, Bandung, Minggu (4/3).
Dengan demikian, sambungnya, sulit membayangkan pelaku penyerangan pemuka agama adalah orang gila. Pasalnya, dibutuhkan waktu lebih dari 10 menit untuk melakukan serangan dan menguber-uber orang.
"Kalau saya perintahkan, itu ada ulama atau kiai disitu, kamu bunuh. Butuh waktu 10 hingga 15 menit. Bisa jadi bawa senjata. Tetapi setelah dua menit dia lupa perintahnya. Dia ketawa-tawa lagi, dia nangis-nangis lagi. Namanya juga orang gila," RR menjelaskan.
"Ini pasti istilah orang gila digunakan sebagai alibi supaya gak bisa diperiksa lagi," kata mantan Menko Perekonomian di era Abdurrahman Wahid ini.
[dem]