Pemerintahan Jokowi Asyik Sendiri Dengan Mimpi Maritim yang Tak Bisa Dijelaskan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 04 Maret 2018, 16:35 WIB
Pemerintahan Jokowi Asyik Sendiri Dengan Mimpi Maritim yang Tak Bisa Dijelaskan
Ilustrasi/Net
rmol news logo Program atau proyek Poros Maritim Dunia yang digulirkan Presiden Joko Widodo semasa awal pemerintahannya kian dipertanyakan masyarakat. Target dan capaian proyek untuk kemakmuran masyarakat Indonesia pun tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta, Agung Tamtam Sanjaya Butar-Butar mengatakan, selain tidak dimengerti masyarakat, program Poros Maritim Dunia yang terkesan bombastis itu tidak terlihat korelasinya dengan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Masyarakat malah kian bingung dengan sepak terjang urusan Poros Maritim Dunia tersebut.

"Program Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang digaungkan oleh pemerintahan Jokowi kian membingungkan. Masyarakat bingung untuk apa dan seperti apa itu program? Tanya saja para mahasiswa dan masyarakat, banyak kebingungan dengan program itu. Jangan sampai program Poros Maritim Dunia hanya wacana-wacanaan semata dari pemerintah, tetapi minim realisasi,” jelas dia dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke redaksi, Minggu (4/3).

Tamtam menjelaskan, selama ini elemen masyarakat, pemuda dan mahasiswa juga tidak dilibatkan dan tidak diajak bicara tentang program Poros Maritim Dunia itu. Oleh karena itu, pemerintahan Jokowi dianggap sor atau asyik sendiri dengan mimpi-nya yang tak bisa dijelaskannya.

"Seharusnya masyarakat, pemuda dan mahasiswa diajak bicara juga, dilibatkan oleh pemerintah untuk membumikan dan mewujudkan visi misi Poros Maritim Dunia yang dimaksud. Sebab, jika elemen masyarakat, pemuda dan mahasiswa dilibatkan tentu bisa sangat membantu pemerintah mengejawantahkan program itu,” tandasnya. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA