"Ya, pantas juga sih Sri Mulyani dapat penghargaan menjadi menteri terbaik di dunia," kata Arief kepada redaksi sesaat lalu, Senin (12/2).
Penghargaan diterima Sri Mulyani dalam World Government Summit, di Dubai, Uni Arab Emirates. Penobatan Sri Mulyani sebagai menteri terbaik di dunia dilakukan melalui proses seleksi lembaga independen Ernst & Young.
"Sri Mulyani sudah banyak membuat terobosan kebijakan ekonomi Indonesia yang lebih liberal. Nah, kinerja Sri Mulyani inilah yang disukai oleh tim penilai Ernst and Young," kata Arief.
Boleh saja Sri Mulyani diganjar penghargaan menteri terbaik di dunia. Namun Arief meyakinkan kerja-kerja mengejar pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga melewati 7 persen oleh Sri Mulyani dijamin tidak akan terealisasi.
"Daya beli masyarakat dan tumbuhnya lapangan kerja baru sepertinya sulit untuk meningkat. Dengan kebijakan ekonomi yang diterapkan Sri Mulyani seperti tidak ada kebijakan yang bisa menahan laju kenaikan kurs dolar ke rupiah serta menurunkan harga-harga sembako dan energi," kata Arief.
Selain itu, menurut Arief, belum ada kebijakan ekonomi yang dibuat Sri Mulyani yang mengarah untuk menjadikan negara Indonesia berdaulat dalam hal ketersediaan pangan dan energi.
"Malah sekarang Indonesia menjadi negara terbesar di ASEAN sebagai pengimpor pangan dan BBM," demikian Arief Poyuono.
[dem]