"Presiden Jokowi harus hati-hati dalam memilih calon wakil presidennya. Begitu banyak yang berminat tapi apakah mereka paham tentang tantangan ekonomi kita yang semakin berat?" ujar politikus senior PDIP Beathor Suryadi melalui pesan elektronik kepada redaksi, Sabtu (23/12).
Tidak mudah, sebut mantan anggota DPR RI, mengelola negara di tengah ancaman melebarnya defisit APBN. Saat ini hutang yang ditanggung sudah mendekati angka 4000 triliun sementara undang-undang memberi batas tolerasi defisit APBN maksimal sebesar 3% dari PDB.
"Calon wapres yang akan dipilih Jokowi sebagai paslonnya mesti memiliki lompatan gagasan atas beban LOI, Bank Dunia dan IMF terhadap Indonesia," kata Beathor.
Satu nama yang pas, kata dia, adalah Rizal Ramli. Rizal memiliki kemampuan mengatasi masalah ini. Selama ini, masih menurut Beathor, Rizal melakukan perlawanan terhadap beban pajak dan pengetatan anggaran, dua hal yang menjadi garis kebijakan IMF dan World Bank. Pajak yang dipungut tidak digunakan untuk membangun tapi untuk kelancaran membayar bunga dan cicilan kepada World Bank dan IMF.
"Agar dilirik Presiden Jokowi, dalam waktu dekat ini Rizal Ramli harus keluarkan gagasan-gagasan terkait masalah ini. Apa berani kita menunda atau mengemplang beban tersebut agar anggaran dan waktu yang ada bisa dimaksimalkan untuk pemerataan kesejahteraan warga," demikian Beathor.
[dem]
BERITA TERKAIT: