"Kenaikan harga-harga ini makin menyuramkan prospek ekonomi Indonesia yang selama 3 tahun berturut-turut hanya mampu mencetak pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen. Padahal di awal pemerintahan dulu, Presiden Jokowi menjanjikan ekonomi akan melesat tinggi. Namun kenyataannya saat ini yang melesat tinggi adalah harga tabung gas 3 kg dan harga telur," kata Ketua Presidium PRIMA, Sya’roni.
Sya'roni menyerukan agar dilakukan evaluasi total terhadap tim ekonomi karena mereka terbukti gagal membawa perubahan untuk rakyat. Menjelang akhir tahun, kata dia, rakyat dikagetkan dengan melambungnya berbagai harga kebutuhan. Kenaikan yang mencolok terjadi pada tabung gas 3 kg dan telur.
Tabung gas 3 kg melonjak hingga Rp 35.000, padahal sebelumnya hanya Rp 20.000 di tingkat eceran. Telur naik dari Rp 18.000 per kg menjadi Rp 25.000 per kg. Sejumlah komoditi lainnya, seperti ayam misalnya, juga mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan.
"Turunkan harga-harga. Pecat tim ekonomi; Darmin Nasution, Sri Mulyani, Rini Soemarno dan lain-lainnya karena gagal mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang melesat tinggi sebagaimana sesumbar presiden. Pecat direksi Pertamina karena turut bertanggung jawab atas langkanya gas melon sehingga menyebabkan harganya melambung. Segera lakukan oprasi pasar sebanyak-banyaknya untuk mengembalikan harga kembali normal," kata Sya'roni menyampaikan tuntutan.
[dem]
BERITA TERKAIT: