Demikian pandangan pengamat politik Said Salahudin menanggapi pertemuan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto bersama pengembang reklamasi teluk Jakarta yang juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Menurut Said, pertemuan sesama tokoh, baik tokoh politik, akademisi, agama, budaya termasuk pebisnis adalah hal biasa.
Yang jadi persoalan adalah, apakah pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan tertentu, bertentangan dengan visi dari masing-masing pihak.
"Misalnya soal reklamasi itu, reklamasi dilanjutkan? Sejauh ini dari informasi dan pemeberitaan, kan tidak. Pertemuan itu disebut hanya sebatas makan siang dan silaturrahmi saja," sebut Said kepada redaksi, Kamis (26/10).
Namun demikian, Said meminta kepada pihak-pihak yang hadir dalam pertemuan itu sebaiknya menyampaikan hasil pertemuan kepada publik.
"Agar tidak liar dan tidak muncul kecurigaan, ada baiknya dibuka saja, apa sesungguhnya hasil peteramua itu. Dengan begitu dahaga publik terjawab," ungkapnya.
Terakhir, lanjut Said - direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) ini, hasil pertemuan itu dengan sendirinya akan terjawab dengan dua tanda.
Pertama, apakah akan ada pertemuan lanjutan. Kedua, apakah Anies-Sandi berubah sikap soal reklamasi.
Anies mengaku pernah mengikuti pertemuan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan bos-bos pengembang reklamasi Jakarta, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Agustus 2017.
Pada pertemuan itu, Anies menegaskan tidak ada intervensi atau tekanan apapun terkait proyek reklamasi. Dia juga menegaskan tidak ada kesepakatan apapun dengan pengembang.
[rus]