Menurutnya, langkah buru-buru yang dilakukan Luhut itu patut dicurigai. Pasalnya pencabutan moratorium hanya dalam hitungan hari jelang pelantikan pasangan Anies-Sandi sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.
"Kalau gubernur sudah dilantik ajak ngomong baik-baik, pasti ada jalan keluar. Lah ini orang sudah mau dilantik pekan depan
ngapain buru-buru
bikin putusan? Kan mencurigakan," jelasnya dalam akun
Twitter @Fahrihamzah, Rabu (11/10).
Menurutnya, bagaimanapun juga Anies dan Sandi merupakan pemimpin yang dilih oleh rakyat Jakarta dan punya janji soal reklamasi.
"Menteri kagak dipilih rakyat, kagak ada janji. Makanya enak aja main reklamasi segala," cetus Fahri.
Normalnya, kata Fahri, pemerintah melakukan pendekatan dengan Anies-Sandi dan berbicara baik-baik mengenai reklamasi.
"Hargailah pejabat terpilih, meski lebih kecil konstituensinya sebab ia pernah berjanji. Itulah demokrasi!" tutupnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: