Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar itu kepada wartawan saat berkunjung ke Wisma Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang, Jalan Hang Tuah No.158, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (27/9).
"Komunisme merupakan suatu ideologi yang bisa saja sewaktu-waktu muncul, meskipun Partai Komunis Indonesia (PKI) telah dibekukan oleh pemerintah tetapi yang namanya paham atau ideologi sangat sulit sekali menghilangkannya," ujar Akbar yang juga merupakan mantan Ketua DPR itu.
Selain itu, kata Akbar, suatu paham yang telah menjadi ideologi tidak bisa dihilangkan dengan cepat. Perlu ada tindakan preventif terhadap generasi muda agar mereka tidak ikut serta menyebarkan pemahaman atau gagasan yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.
"Ideologi itu tidak bisa mati begitu saja, selagi masih ada orang yang meyakini kebenaran ideologi tersebut maka ia tetap akan ada. Begitu juga dengan komunis. Makanya sangat sulit sekali untuk menghilangkan pemahaman atau ideologi tersebut," ujar Akbar.
"Yang kita cemaskan adalah kebangkitan komunisme, bukan soal PKI ini dijadikan bahan politik atau kepentingan golongan bagi sebagian masyarakat," pungkasnya menambahkan.
Dalam kesempatan yang sama seperti diibaritakan
RMOL Sumbar, Ketua Umum HMI Cabang Padang Nofria Atma Rizki mengatakan, pada Sabtu nanti (30/9), HMI Cabang Padang akan mengadakan acara Mimbar Bebas, Nonton Bersama dan Diskusi Film G30S/PKI di Wisma HMI Cabang Padang.
"Adapun alasan mendasar kita megadakan acara ini adalah untuk mengingatkan bahwa dulu pernah terjadi peristiwa sejarah kelam yang pernah dialami oleh bangsa Indonesia," ujar Rizki.
[rus]