Pasalnya, 54 nama yang diloloskan Tim Pansel, sebagian besar diisi oleh nama-nama lama yang bermasalah di masa lalu dan nyaris tanpa prestasi.
"Melihat nama-nama yang diloloskan pansel, kami mendapat input dari rekan-rekan yang mencintai TVRI, nyaris tidak ada harapan. Beberapa nama bermasalah masih bercokol," jelas Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/9).
Budi menjelaskan bahwa TVRI merupakan warisan dari pendiri bangsa. TVRI harus bisa bersaing dengan ketat di era persaingan media saat ini. Dengan kata lain, jika tidak dikelolan dengan baik, maka cepat atau lambat TVRI akan menjadi punah seperti dinosaurus.
"Kami berharap TVRI mengalami transformasi dan perubahan. Televisi pertama di republik ini sudah lama terpuruk. Saatnya TVRI dikelola oleh figur-figur yang visioner dan mau bekerja keras melalukan perubahan," ujarnya.
Untuk itu, Projo mendesak agar Tim Pansel lebih teliti dan cermat dalam bekerja.
"Kalau tidak lebih baik di bubarkan saja. Sebab pansel harus bertanggung jawab jika ternyata yg terpilih nantinya tidak akan membawa kemajuan yang berarti," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: