KAHMI: Nasionalisme Harus Dibangun Berbasis Keadilan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 21 September 2017, 08:45 WIB
KAHMI: Nasionalisme Harus Dibangun Berbasis Keadilan
Mahfud MD/Net
rmol news logo . Koordinator Presidium Korps Alumni HMI (KAHMI) Mahfud MD menilai saat ini ada problem serius yang dihadapi bangsa Indonesia dalam bidang ekonomi. Yaitu, ‎kesenjangan yang terjadi antara kelompok kaya dengan miskin.

Akibatnya jelas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu, tercipta ketidakadilan di tengah-tengah masyarakat.

Mahfud menyontohkan, saat ini sebanyak 0,04 persen pemilik uang di bank uangnya jauh lebih besar dari 47 persen pemilik uang di masyarakat.

Karena itu, kata Mahfud, ke depannya nasionalisme ‎kita harus dibangun berbasis pada keadilan. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan akibat kebijakan yang diatur negara.

"Bangsa Indonesia boleh saja dikatakan miskin. Tapi masih bisa menerima jika miskin bersama, namun bila dimiskinkan oleh koruptor, hal itu akan menimbulkan konflik dimana-mana. Karena itu pemerintah harus mengambil langkah agar penipu-penipu yang menyebabkan ketidakadilan itu ditangani secara sungguh-sungguh," tegasnya.

Demikian diungkapkan Mahfud FD dalam dialog nasional rangkaian HUT ke 51 KAHMI bertema 'Mewujudkan Keadilan, Menyatu Dalam Kebhinnekaan' di gedung Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (20/9).

Mahfud pun mengingatkan, bila kebhinnekaan ingin bersatu maka keadilan itu harus ditegakkan.

"Itu yang mau diserukan KAHMI dalam berkhidmat kepada negara dan bangsa ini," pungkasnya.

Dalam acara dialog nasional KAHMI, hadir sebagai pembicara Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) Halim Alamsyah. Para tamu undangan yang hadir diantaranya Ketua MKD DPD RI A.M Fatwa, Anggota Komisi IV DPR RI Viva Yoga dan Anggota Komisi III DPR RI Raden Muhammad Syafi'i. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA