"Untuk melakukan tes kesehatan dan psikologi, Bawaslu bekerja sama dengan Mabes Polri, sebagai salah satu pihak yang punya kompetensi. Sekali lagi, ini adalah upaya untuk menyambut dan menghadapi serangkaian tantangan Pemilu ke depan," ujar Ketua Bawaslu RI, Abhan usai melantik puluhan anggota Bawaslu Provinsi di Hotel Crown, Jakarta Selatan, Rabu (20/9).
Teknis lainnya, papar Abhan, mulai dari seleksi tes tertulis dengan sistem Computer Asissted Test (CAT). Termasuk, menilai kemampuan dan pengetahuan kepemiluan calon anggota baru.
"Hal itu, guna menjaga integritas dan obyektifitas seleksi anggota Bawaslu Provinsi," urainya seperti diberitakan KBP.Com.
Abhan juga menjelaskan tantangan dan rintangan baru kepada anggota Bawaslu yang telah dilantik. Bahwa penyelenggaraan Pemilu mendatang adalah Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden tahun 2019 akan dilakukan secara bersamaan sebagaimana diatur UU 7/2017.
"Tantangan tersebut menjadi Warning bagi Bawaslu untuk melakukan persiapan-persiapan instensif untuk keberhasilan Pemilu ke depan. Bawaslu dan jajaran harus betul-betul siap menghadapi tantangan tersebut," pungkasnya.
Ada 72 orang anggota Bawaslu dari 24 provinsi yang dilantik untuk masa jabatan 2017 - 2022. Sedangkan satu provinsi yaitu DKI Jakarta, akan dilantik setelah masa jabatan periode 2012-2017 berakhir, 16 Oktober 2017 mendatang.
Acara pelantikan tersebut dihadiri Ketua MPR RI, Ketua Komisi II DPR RI, Anggota KPU RI, Ketua dan Anggota DKPP, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Gubernur Provinsi Maluku, seluruh anggota Bawaslu RI dan Bawaslu Provinsi masa jabatan 2012-2017, dan Sekretaris Jenderal Bawaslu.
[wid]
BERITA TERKAIT: