Penantang Punya Peluang Besar Di Pilwalkot Bekasi 2018

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 16 September 2017, 06:52 WIB
Penantang Punya Peluang Besar Di Pilwalkot Bekasi 2018
Ilustrasi/Net
rmol news logo Beberapa kandidat dan tokoh muncul ke permukaan sebagai kandidat calon walikota untuk bersaing dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Bekasi tahun depan.

Indo Consulting Network baru-baru ini merilis hasil jajak pendapat masyarakat Kota Bekasi terkait dengan kandidat calon Walikota Bekasi periode 2018-2023.

"Saat ini kita bisa melihat geliat para tokoh baik petahana maupun penantang dalam persaingan menuju Pilkada 2018 Kota Bekasi. Dari hasil survei, popularitas petahana masih tinggi tapi peluang penantang juga semakin besar," kata peneliti Indo Consulting Network, Whisnu Sentosa dalam rilis tertulisnya.

Hasil survei yang dilaksanakan pada 10 Agustus hingga 28 Agustus 2017 memperlihatkan bahwa popularitas kandidat petahana berada pada urutan teratas, namun jumlahnya tidak berbeda jauh dengan kandidat penantang non petahana. Rachmat Effendy mendapat nilai 79,7 persen, Akhmad Syaikhu di angka 78,9 persen disusul oleh pendatang baru Hery Koswara 77 persen, berikutnya Anggawira 76,1 persen dan terakhir Mochtar Muhammad 75,2 persen.

"Hasil ini menunjukkan persaingan semakin ketat, sebab nilai penantang hampir menyamai petahana meskipun secara keseluruhan baik dalam aspek akseptibilitas, kapabilitas dan elektabilitas petahana masih juara," imbuh Whisnu.

Menurut rilis survei tersebut sebagian besar masyarakat Kota Bekasi belum merasakan perubahan yang signifikan selama masa pemerintahan Rachmat Effendy terutama dalam aspek perekonomian. Hasil tersebut diperjelas oleh suara responden yang mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap kinerja Rachmat Effendy yang mencapai angka 43 persen.

"Ketidakpuasan masyarakat Kota Bekasi ini bisa berdampak pada naiknya peluang kandidat penantang. Tapi penantang perlu terus mengambil hati karena petahana masih menjadi tokoh yang diharapkan oleh sebagian masyarakat Kota Bekasi," simpul Whisnu.

Whisnu juga menjelaskan, penantang harus lebih kreatif dan aktif membuat terobosan-terobosan baru untuk membuat perubahan bagi Kota Bekasi. Bukan suatu hal yang mustahil, jika usaha para penantang untuk merubah Kota Bekasi dapat membuat masyarakat berpaling dari kandidat petahana.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA