Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) dijadwalkan akan menghadiri Munas KAHMI di Medan.
Munas tersebut akan dihadiri lebih dari 10 ribu alumni HMI dari seluruh daerah di Indonesia. Selain itu, kegiatan yang bertema 'Meneguhkan Kepemimpinan Yang Berkeadilan Dan Kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia' akan fokus membahas berbagai persoalan strategis terkait kebangsaan.
Ketua Majelis Wilayah (MW) KAHMI Sumut Murlan Tamba mengatakan bahwa pelaksanaan Munas KAHMI 2017 akan memberi banyak keuntungan bagi Kota Medan dan Sumatera Utara.
"Dalam waktu dekat MN KAHMI dan Panitia Munas KAHMI akan beraudiensi ke Istana untuk melaporkan kepada Bapak Presiden terkait perkembangan dan rancangan kegiatan Munas KAHMI," ujar Murlan dilansir dari
RMOLSumut, Kamis (31/8).
Sementara itu, Ketua Panitia Munas KAHMI Abdul Rajab Pasaribu mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut juga akan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri kabinet. Diantaranya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Muhadjir Effendy.
"Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Alumni HMI dipastikan hadir pada Munas nanti, sekaligus menutup acara Munas," tandas Rajab.
Jelang pelaksanaan Munas, KAHMI Sumut telah melaksanakan tujuh kali Focus Group Discussion (FGD) terkait masalah pendidikan, penegakan hukum, kebudayaan, kepemimpinan, kebangsaan, kesenjangan sosial dan berbagai isu nasional lainnya. Hasil FGD tersebut telah dipaparkan pada MN KAHMI di Jakarta dan akan dibahas kembali pada peserta Munas.
Sejauh ini, sudah 514 Majelis Daerah (MD) KAHMI kabupaten dan kota serta 33 MW KAHMI provinsi yang memberi konfirmasi untuk hadir Munas KAHMI 2017 di Kota Medan.
[rus]
BERITA TERKAIT: