Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Argo Prabowo Yuwono mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pukul 07.30 WIB. Seorang pria yang tubuhnya tak ditutupi sehelai benang pun berlari dari arah lampu merah Mahkamah Agung (MA) menuju arah pagar Istana. Pria itu langsung "nemplok" di pagar.
"Tahu-tahu dia lari-lari masuk Istana, mau nikah katanya. Mau nikah. Makanya dia lari masuk Istana acara nikah," ujar Argo, kemarin. Tentu saja, Paspampres bergerak cepat mencegahnya. Lima Paspampres langsung turun tangan menangani lelaki itu.
Kejadian ini sontak menarik perhatian para pengendara yang tengah melintas di depan Istana. Beberapa dari mereka tampak merekam kejadian itu dengan handphone. Rekaman itu beredar banyak di situs Youtube. Dalam video berdurasi sekitar 40 detik tampak tiga dari lima anggota Paspampres itu menarik pria bugil itu hingga jatuh. Pria itu tampak meronta-ronta. Kakinya menendang-nendang para Paspampres. Seorang Paspampres menginjak pahanya. Seorang lagi, menendangnya. Sementara seorang lagi memegangi tangannya. Kemudian, pria itu dibawa dengan diseret seperti binatang buruan.
Menurut Argo, pria itu dibawa Pos Pengamanan Istana. "Setelah dilakukan pemeriksaan orang tersebut tidak membawa identitas diri serta mulut mengeluarkan busa," tutur Argo.
Danplek Istana kemudian memberikan pakaian beserta celana kepada orang tersebut. Setelah itu, pria itu diserahkan ke Polsek Metro Gambir untuk diinterogasi. Saat diinterogasi, pria itu ngamuk-ngamuk. "Orangnya tidak bisa jawab ya. Ngalor ngidul tidak jelas," ucapnya. Dari pemeriksaan polisi diketahui pria itu berinisial BS. Pria berusia 33 tahun ini warga Cengkareng. Dia pedagang alat-alat terapi di Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Kapolres Metro Jakpus Kombes Suyudi Ario Seto mengungkapkan, BS mengalami gangguan jiwa. "Stres karena tingginya persaingan dagang," ujarnya. Hal itu diketahui dari keterangan keluarga BS. Seminggu belakangan, BS sering mengeluhkan kepada keluarga soal masalah ekonomi yang membelitnya itu.
"Seminggu terakhir ini mulai curhat terus mengenai hal itu. Alasan yang disampaikan oleh yang bersangkutan ngelantur atau di luar kesadaran. Itu diduga karena stres atau depresi," tutur Suyudi. Setelah selesai diperiksa, akhirnya BS dikembalikan kepada keluarganya untuk dibawa ke rumah sakit jiwa. Kakak BS, Kennedi Sianturi menyatakan, adiknya mengalami depresi sejak ditinggal kekasihnya dan mengalami kebangkrutan dalam usaha. Setelah itu, dia mulai sering meracau.
Peristiwa ini menyita perhatian netizen. Kebanyakan, hanya meledek-ledek pria bugil itu. Namun, beberapa akun menyoroti hal lain, yakni perlakuan Paspampres yang dinilai tidak manusiawi.
"Waduh, paspampres memang tugasnya menjaga Istana, harus sigap. Tapi sayang, orang gila kok diseret-seret kaya binatang," cuit akun @ AlsNugrahaa. Akun Twitter @coys45 juga menyebut, perlakuan Paspampres tidak manusiawi. "Jelas-jelas dia telanjang, nggak bawa tas, nggak ada ancaman, jadi nggak perlu injek, tendang, seret-seret. Manusiakan manusia dong," cuitnya.
Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono mengatakan BS bukan penyusup. Pria tersebut diamankan anggota Paspampres yang sedang berjaga karena memaksa masuk ke istana. Hal itu sudah sesuai dengan SOP. ***
BERITA TERKAIT: