"Harus cari terobosan. Misalnya terhadap perekonomian neoliberal yang menyerahkan segala kepentingan nasional dan kepentingan rakyat kepada pasar," kata Rizal Ramli dalam acara 'Indonesia Intellectual Forum in Netherlands' yang digelar di Vrije Universiteit, Amsterdam, Belanda, Sabtu (26/8) waktu setempat.
Menurutnya, kebijakan ekonomi neoliberal harus diubah. Harus ada sebuah kompetisi supaya masyarakat tidak dirugikan.
"Perekonomian neoliberal yang pro pasar harus diubah dengan memulainya dari analisa struktur ekonomi dan sosial. Jangan memakai rumus yang generik," tegas mantan Menko Maritim dan Sumber Daya itu.
Menko Ekonomi dan Kabulog di era Presiden Gus Dur ini juga mengemukakan bahwa jika menggunakan pendekatan historis, Indonesia banyak sekali mengalami kemajuan, namun hal itu sangat berbanding terbalik kalau menggunakan indikator Human Development Indeks (HDI), yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat. .
"Yang terdidik makin banyak, banyak kemajuan. Sayangnya kalau menggunakan indikator Human Development Indeks kita masih relative tertinggal," tegasnya.
"Hasil riset membuktikan rakyat Indonesia masih banyak yang belum sejahtera, salah satu faktor penyebab yang sangat dominan adalah akibat kebijakan ekonomi neoliberal," pungkas Rizal Ramli.
Namun demikian, dalam forum bertema Development of Maritime Economics, Human Resources, and Environmental Protection in Indonesia tersebut Rizal Ramli menyebut bahwa ada juga kebijakan Presiden Jokowi yang sangat pro rakyat, salah satunya di bidang kemaritiman.
[ian]