Begitu dikatakan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/8).
Menurut dia, kasus First Travel merupakan kasus yang sangat kompleks. Soalnya, investasi umrah yang sangat menjanjikan digunakan sebagai jalan pemenuhan hasrat untuk menjadi kaya.
"Saya dulu pernah mempelajari skema ponzi itu sebetulnya lebih kompleks dari yang kita baca. Karena dia mengkapitalisasi hayalan, ini kan persoalan insting manusia ingin cepat kaya," ujar Fahri.
Dia menjelaskan, dana jamaah yang sangat besar bisa menjadi kesulitan tersendiri bagi kepolisian untuk menelusuri ke mana saja dana tersebut mengalir.
Fahri menegaskan, perlu kejelian dalam mendalami skema ponzi dalam kasus First Travel. Baginya, bos First Travel dan istrinya yang ditetapkan sebagai tersangka hanya dramatisir.
"Jadi jangan didramatisir suami isteri itu. Hati-hati ponzi ada struktur lainnya dan kadang orang ini hanya dipake karen punya kredibilitas mampu ngomong," tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: