Arief Poyuono bahkan menyebut pernyataan Puan agar kedua masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan merupakan wujud nyata bahwa Puan seorang pancasilais.
"Puan politisi berbudi luhur dan pancasilais, darah Soekarno mengalir pada diri Puan Maharani. Saya sangat menghargai beliau yang sangat bijaksana sebagai seorang politisi," kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/8).
Menurut Arief, apa yang disampaikan oleh Puan itu sangat bijaksana. Menurutnya, sikap seperti itu seharusnya dijadikan sebagai teladan dalam perpolitikan di negeri ini. Puan mengedepankan esensi dari Pancasila dalam menyelesaikan sebuah perbedaan di antara anak bangsa, utamanya dalam hal berpolitik untuk membangun persatuan dan kesatuan.
"Dia menjadi seperti oase di antara kehausan saling cakar antar politisi, antar partai, antar organisasi dan ideologi. Dia menjadi menjadi contoh. Dia tidak dengan congkak menilai orang seperti saya yang dianggap salah mutlak. Dia tidak dengan mudah menguliti Victor Laiskodat dan saya, layaknya seperti daging busuk," ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menginginkan agar pengurus dan kader partai politik di Indonesia tidak mudah terpancing emosi.
Putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini menilai bahwa perilaku berpolitik yang beretika dan santun harus dikedepankan. Penyelesaian masalah dengan kekeluargaan harus didahulukan, jika ada masalah yang ditimbulkan akibat salah paham.
"Musyawarah-mufakat dulu lah," ujarnya menanggapi polemik mengenai kasus pernyataan kontroversial Victor Laiskodat dan Arief Poyuono.
[ian]
BERITA TERKAIT: