Ancaman Muhaimin Cs Jatuhkan Wibawa Presiden, PKB Sebaiknya Keluar Dari Koalisi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 10 Agustus 2017, 03:24 WIB
Ancaman Muhaimin Cs Jatuhkan Wibawa Presiden, PKB Sebaiknya Keluar Dari Koalisi
Muhaimin-Jokowi
rmol news logo Partai Kebangkitan Bangsa mengancam tak akan mengusung Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang jika kebijakan sekolah 8 jam sehari Senin-Jumat yang dikeluarkan Mendikbud Muhadjir Effendy tak segera dicabut.

Ancaman dari partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar tersebut menjatuhkan wibawa Presiden.

"Ya, kalau orang nomor satu dengan kinerja yang cukup memuaskan rakyat terus diancam kayak gitu, ya turun dong wibawanya. Apalagi ancaman tersebut berdasar dari kebijakan pembantu Presiden yang berikhtiar keras untuk mensukseskan nawacita Presiden," jelas Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DKI Jakarta, M. Huda Prayoga (Rabu, 9/8).

Huda menambahkan, ancaman tersebut hanyalah dagelan politik. Karena dia menduga PKB mempolitisisasi kebijakan tersebut untuk kepentingan politik mereka di basis warga NU.

"Ada indikasi mengambil hati & meraih simpati warga NU agar semakin membangun popularitas PKB di kalangan NU, khususnya Pak Muhaimin Iskandar yang beberapa waktu lalu didorong PKB untuk menjadi cawapres di 2019," ujar Huda.

Meski demikian, Huda menambahkan, kalau memang serius mengancam, PKB sebaiknya keluar dari koalisi partai pendukung pemerintah dan tarik semua kadernya dari kabinet.

"Saya pikir kalau PKB konsisten & serius dengan ancaman tidak mencapreskan Pak Jokowi di 2019, baiknya PKB keluar dari koalisi pemerintah & menarik menteri-menterinya dari Kabinet Kerja Jokowi. Jika itu tidak dilakukan, maka ancaman PKB itu hanyalah dagelan politik," tambah alumnus Ponpes Al-Ishlah Lamongan ini.

Sebelumnya, PKB mengancam tidak mencapreskan Jokowi di 2019 jika tidak mencabut kebijakan sekolah 8 jam Senin-Jumat yang dikeluarkan Mendikbud Muhadjir Effendy.

"Jangan sampai teriakan kita dianggap teriakan biasa, ini teriakan serius. Kalau tidak dituruti presiden, kita ingin katakan bahwa Jokowi sudah tidak berpihak kepada diniyah, Jokowi sudah menipu umat Islam, Jokowi sudah tidak perlu kita pertahankan (buat) 2019," ujar Wasekjen PKB Maman Imanulhaq di The Acacia Hotel, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, awal pekan ini.  [wah]

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA