Namun demikian, menurut Hasto partainya tetap mengkaji upaya hukum yang bisa dilakukan terkait pernyataan Arief yang menyebut PDIP sama dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).
"Ya dalam tradisi budaya orang timur saling maaf memaafkan itu bagus, dan kemudian kami juga menerima surat pernyataan maaf dari saudara Arief. Tetapi soal proses hukum sekarang masih dikaji oleh badan bantuan hukum PDI-P," ujar Hasto kepada wartawan di Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (5/8).
Salah satu yang akan dikaji kata Hasto yakni soal pernyataan Arief yang menyentuh aspek martabat dan kehormatan partai. Kajian hukum juga dilakukan agar memberikan pelajaran bagi para politisi lainnya.
Menurut Hasto, seorang pimpinan partai politik harus lebih berhati-hati dalam mengungkapkan pendapatnya di hadapan publik.
"Bagaimana pun juga menjadi pemimpin partai itu harus hati-hati dalam berbicara," demikian Hasto.
[san]
BERITA TERKAIT: