"Saya kira lebih pas pengusaha untuk Jabar dua-nya. Karena kebutuhan logistik tidak bisa dinafikan ya, kita juga bisa bercermin pada Pilkada DKI Jakarta. Saya rasa lebih cocok kombinasi antara demiz dan Agung ini," ujar pengamat politik dari Lembaga Kajian Aliansi Masyarakat untuk HAM dan Demokrasi (Amandemen), Yusuf Hermawan.
Demiz digadang-gadang akan berpasangan dengan Ahmad Syaikhu. Namun hal ini telah diklarifikasi oleh DPP Gerindra yang menyatakan belum final, hanya sudah merujuk beberapa nama.
Menurut Yusuf, hal ini secara komunikasi politik menjadi sinyal bahwa PKS tidak akan mencalonkan Netty Heryawan.
"Terlebih secara historis sepertinya tidak mungkin PKS majukan kader perempuan di Pilkada ya," imbuh Yusuf
Bagi akademisi Jabar ini, hadirnya sosok pemimpin yang berlatar belakang dari kalangan pengusaha yang mengerti keadaan ekonomi masyarakat Jabar sangat dibutuhkan.
"Apalagi kita semua sama-sama menginginkan 2045 Indonesia masuk dalam empat raksasa ekonomi dunia. Ini akan jadi tren global dimana ekonomi akan jadi fokus dari kebijakan-kebijakan politik. Saya kira tokoh-tokoh praktisi ekonomi punya peluang besar, termasuk pak Agung ini," simpul Yusuf.
[wid]
BERITA TERKAIT: