Cak Imin: Jihad Kemanusiaan Untuk Entaskan Kemiskinan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 19 Juli 2017, 22:40 WIB
Cak Imin: Jihad Kemanusiaan Untuk Entaskan Kemiskinan
Net
rmol news logo Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini menunjukkan kondisi penduduk miskin Indonesia kurang menggembirakan. Di mana, hingga Juni 2017, jumlah penduduk miskin mencapai 27,77 juta jiwa.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mendorong seluruh kader di pelosok Tanah Air bersama masyarakat bekerja lebih keras untuk melepaskan diri dari kemiskinan.

"Kita harus bekerja lebih keras, lebih cerdas, lebih cepat. PKB akan mengawal pemerintah untuk bersama mengatasi ketimpangan dan kemiskinan," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/7).

BPS menyebut bahwa kondisi perekonomian Indonesia juga mengalami penurunan yang ditandai dengan menurunnya nilai ekspor dan impor. Masing-masing berada di level 18,82 persen dan 27,26 persen dibanding bulan Maret tahun ini. Kemudian indeks ketimpangan atau gini rasio juga masih di level 3,393 persen, tidak banyak bergeser sejak September 2016 lalu.

Menurut Cak Imin, begitu dia akrab disapa, pemerintah tentu berupaya keras agar perekonomian nasional kembali normal, baik dalam konteks pembukaan investasi untuk penciptaan lapangan kerja maupun dalam menjaga daya beli tetap stabil. Namun indeks keparahan kemiskinan khususnya di perkotaan justru memanjat naik dari 1,19 menjadi 1,25 dalam kurun waktu enam bulan.

"Tentu tidak ada faktor tunggal yang menyebabkan upaya kita dalam mengatasi kemiskinan masih belum cukup efektif," katanya.

Sebagian orang menganggap situasi perekonomian global yang menciptakan tekanan besar pada kinerja ekonomi Indonesia, mengingat kepentingan pasar dan perdagangan bebas sering lebih perkasa dibanding kepentingan rakyat.

"Policy ekonomi apa yang dipilih dan dijalankan bagi kami sepenuhnya adalah merupakan keputusan politik," ujar Cak Imin.

Dia menambahkan, ketimpangan menjadi masalah serius dalam masyarakat Indonesia maupun global. Namun, ketimpangan dapat dipastikan bukan karena ketidaksengajaan, juga bukan semacam ekses tidak terantisipasinya sebuah pertumbuhan ekonomi.

Seiring dengan kondisi tersebut, kualitas sumber daya manusia Indonesia di level Asia kini mulai disusul oleh negara-negara seperti Filipina, Vietnam, dan Thailand. Kenyataan yang terjadi saat ini, secara perlahan kualitas SDM Indonesia dapat disejajarkan dengan Myanmar, Kamboja, bahkan Laos.

"Energi yang semestinya ditumpahkan untuk berkompetisi dengan bangsa lain malah terserap habis untuk berkonfrontasi dengan warga se-Tanah Air," sesal Cak Imin.

Mantan menteri tenaga kerja dan transmigrasi tersebut memastikan, partai yang dipimpinnya tetap berkomitemen bahwa perjuangan melawan kemiskinan dan memperjuangkan ekonomi kerakyatan adalah jihad kemanusiaan.

"Makanya, bagi kami mengentaskan kemiskinan dan perjuangan ekonomi kerakyatan adalah jihad," pungkas Cak Imin. [wah]  

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA