"Alasannya satu saja, demi dua periode. Jadi ini seperti pembentukan tim sukses pamungkas," ujar pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (12/7).
Hendri menjelaskan bahwa ada dua tugas utama yang harus diemban oleh menteri-menteri hasil reshuffle. Pertama, mengembalikan citra presiden yang saat ini diçitrakan tergerus hebat pasca Pilkada Jakarta.
"Sementara tugas kedua adalah mempercepà t terwujudnya janji-janji kampanye," lanjut
founder Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) itu.
Lebih lanjut, Hendri mengatakan bahwa tim ekonomi harus menjadi fokus pembenahan Jokowi dalam perombakan kali ini. Kata dia, pujian presiden terhadap tim ekonomi saat jelang Lebaran lalu bukan berarti tim ekonomi aman dari perombakan.
"Tim ekonomi tetap menjadi perhatian utama presiden. Sebab bagi presiden, perut rakyat adalah yang utama. Oleh karena itu, sangat mungkin semua menteri yang berada di sektor ekonomi dievaluasi," jelasnya.
Tidak hanya itu, sektor hukum, persatuan rakyat, dan toleransi juga akan jadi bagian dari kelompok menteri yang akan turut dievaluasi. Termasuk, pejabat setingkat menteri seperti Kepala Staf Kepresidenan
"Tapi secara garis besar semua menteri berpeluang diganti. Kemungkinan ada 7 sampai 9 posisi yang dirombak," pungkas Hendri
. [ian]
BERITA TERKAIT: