Hal ini diungkapkan Amien di kediamannya, Taman Gandaria, kemarin pagi. Mengenakan batik hijau lengan pendek dan kopiah hitam, Amien menyapa wartawan yang sudah menunggu di halaman rumahnya. Amien didampingi putranya, Hanafi Rais dan kader PAN Drajad Wibowo.
Dia kemudian membacakan press rilis. Menurutnya, begitu mendengar adanya aliran dana dari Yayasan Soetrisno Bachir Foundation (SBF) sejumlah Rp 600 juta antara 15 Januari sampai 13 Agustus 2007, seperti dikatakan jaksa Ali Fikri di Pengadilan Tipikor Rabu (31/05) yang dikirim ke rekeningnya, Amien langsung memfollow up. Dia langsung menanyakan pada sekretarisnya tentang kebenarannya, berdasarkan rekening bank yang dia miliki. Amien mengakui, aliran dana itu memang ada.
"Karena itu (aliran dana) terjadi sudah 10 tahun lalu, saya segera me-refresh memori saya. Pada waktu itu Soetrisno Bachir mengatakan akan memberikan bantuan keuangan untuk tugas operasional saya untuk semua kegiatan, sehingga tidak membebani pihak lain," tutur Amien dengan nada datar. Tak ada ketegangan atau kepanikan yang terlihat di wajah pendiri partai berlambang matahari itu.
Amien pun mengisahkan persahabatannya dengan Sutrisno Bachir yang sudah dikenalnya jauh sebelum mendirikan PAN, tepatnya pada 1998. Menurut eks petinggi Muhammadiyah ini, Sutrisno yang merupakan pengusaha sukses, memang kerap memberinya bantuan untuk kegiatannya. Baik kegiatan sosial, maupun keagamaan.
"Mas Tris adalah tokoh yang sangat baik dan dermawan, sering membantu banyak pihak. Bahkan siapa saja yang mendapat bantuan dana dari SB, saya tidak tahu," puji Amien.
Pernah suatu kali, Amien sampai bertanya, kenapa Sutrisno terus memberinya bantuan untuk kegiatannya. Apa jawab Sutrisno? Jawabnya saya disuruh Ibunda saya untuk membantu Anda. "Jadi ketika dia menawarkan bantuan tiap bulan buat kegiatan operasional saya, saya anggap sebagai hal wajar," seloroh Amien sambil membetulkan letak kacamatanya.
Amien sendiri mengaku tak takut menghadapi masalah hukum yang akan terjadi terkait aliran dana dari Sutrisno itu. Dia menyatakan siap menghadapinya. "Kalau kejadian sepuluh tahun lalu kini diungkap dengan bumbu-bumbu dramatisasi di media massa dan sosial, tentu akan saya hadapi dengan jujur, tegas, apa adanya," tegas Amien.
Bahkan, dia mengambil inisiatif mendatangi gedung KPK, Senin (5/6) besok, untuk bertemu pimpinan KPK. Dia akan menjelaskan duduk persoalan aliran dana ini. Amien sendiri akan berangkat umrah pada Kamis (8/6). "Kalau saya dipanggil KPK padahal saya masih umroh, saya khawatir dianggap lari dari tanggung jawab. Sekian dulu, sampai ketemu lagi insya Allah di kantor KPK besok Senin," ujar Amien menutup konferensi pers sekitar 5 menit itu.
Usai membacakan pers rilis, para wartawan memberondongnya dengan sejumlah pertanyaan. Namun Amien bergeming. Protokoler acara buru-buru menyatakan, Amien tidak menerima pertanyaan. "Pak Amin hanya 5 menit, tidak ada tanya jawab," seru protokoler itu. Amien pun langsung berdiri dan berjalan menuju ke dalam rumah.
Terpisah, Bachir yang ditemui usai buka bersama di kediaman Ketua MPR Zulkifli Hasan menyebut, Amien Rais tak berhubungan dengan uang Alkes.
Jaksa menyebut, dana yang ditransfer ke Amien dari yayasan SBF berasal dari PT Mitra Medidua, supplier PT Indofarma Tbk, yang ditunjuk langsung dalam proyek Alkes. Namun Sutrisno membantah. Menurutnya, uang itu bukan dari keuntungan proyek Alkes yang diterima PT Mitra Medidua, melainkan uang yang dipinjam oleh suami Nuki Syahrun, Ketua SBF, dari pemilik perusahaan tersebut.
"Itu bukan hasil bisnis alkes. Itu pinjam meminjam antara suaminya Ibu Nuki, Reza, dengan pemilik itu yang berteman, namanya Andri. Itu pinjam meminjam. Saya baru tanya tadi," tutur Sutrisno.
Suami Nuki, meminjam Rp 750 juta dalam kurun waktu 15 Januari-13 Agustus 2007. Sutrisno bilang, utang itu sudah dikembalikan. Perihal pinjam meminjam itu sudah dijelaskan oleh Yurida, sekretaris SBF yang juga saudara dari istri Sutrisno, saat bersaksi di pengadilan Tipikor.
"Jadi nggak ada hubungannya dengan bisnis PT Medidua itu dengan alkes, itu urusan nya Medidua dengan Alkes bukan urusannya SBF, tidak ada kaitannya. Dana SBF itu dari saya sendiri," tegasnya. Karena itu, Sutrisno yang mengaku sudah membantu Amien sejak tahun 1985 menegaskan, dana yang diberikan Amien bukan hasil kejahatan atau korupsi.
Lalu dari mana uang bantuan itu? "Nah kalau sekarang mau ditarik ke sana lagi itu uang dari mana, uang itu dari mana-mana khususnya uang itu dari zakat, infaq dan sodakoh dari Soetrisno Bachir. Itu masuk ke rekening Bu Yuri itu untuk kegiatan sosial," ujar eks Ketua Umum PAN itu.
Soal jumlah uang yang ditransfer ke Amien, Sutrisno enggan mengungkapnya. "Nanti kalau disebut dikira riya (pamer) ya," seloroh Sutrisno yang didampingi Zulkifli Hasan dalam wawancara itu.
Sekalipun penyebutan namanya dam Amien mencuat, Sutrisno mengaku tak akan mengambil langkah hukum apapun. Zulkifli meyakini pernyataan Sutrisno bahwa Amien tidak mungkin menerima uang hasil korupsi Alkes. "Tidak ada urusan apa pun beliau dengan alkes itu," tegasnya. "Mas Tris seorang pengusaha yang dermawan selalu membantu berbagai kalangan, tidak hanya Pak Amien, tentu ada pihak yang lain," puji Zulkifli yang juga Ketum PAN ini.
Sementara KPK menyebut, akan menunggu putusan hakim untuk menindaklanjuti keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus ini. "Hakim akan lihat salah satu unsur yang dilihat adalah memperkaya diri sendiri atau orang lain. Nah ketika hakim, misalnya, menyatakan terbukti ada sejumlah pihak yang diperkaya, tentu itu harus kita tindaklanjuti," ujar Jubir KPK Febri Diansyah di gedung KPK, kemarin. ***
BERITA TERKAIT: