Cara Kemendag Cegah Penimbunan Pangan Di Awal Ramadhan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 28 Mei 2017, 22:50 WIB
Cara Kemendag Cegah Penimbunan Pangan Di Awal Ramadhan
Foto/RMOL
rmol news logo Hampir seluruh bahan pangan rentan ditimbun, terutama jelang awal bulan Ramadhan. Penimbunan ini yang kemudian mengakibatkan terjadi kelangkaan dan kenaikan harga di bulan Ramadhan.

Begitu kata Sekretaris Jenderal Kementerian Dagang, Karyanto Suprih kepada wartawan di Gedung Galeri Nasional, Jakarta, Minggu (28/5).

"Hampir semua rentan ditimbun. Seperti tahun lalu, biasa kan jelang puasa itu (harga barang pokok) naik padahal itu pembiaran. Padahal kita deflasi loh," ujar Karyanto

Untuk mencegah terjadinya penimbunan tersebut, Karyanto menjelaskan bahwa kementerian telah mengantisipasi dengan menerbitkan Peraturan Menteri (PerMen) No 20 tahun 2017 tentang pendaftaran pelaku distribusi barang kebutuhan pokok.

Permen tersebut mewajibkan setiap distributor untuk melaporkan distribusi dan stok barang pokok yang tersedia di gudang.

"Jadi kalau distributor dia melapor, ada berapa stoknya (bahan pangan), kita amankan," kata Karyanto.

Sementara itu, menurut Direktur operasional dan pelayanan publik Bulog, Karyawan Gunarso mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki 3,9 miliar kilo muatan gudang. Dengan jumlah sedemikian besar, menurut Gunarso seharusnya tidak ada lagi penimbunan dan pemerataan bahan pangan diseluruh Indonesia bisa diwujudkan.

"Ada tiga cara untuk meratakan bahan pangan seluruh Indonesia. Yaitu, memenuhi kecukupan ketersediaan, memenuhi distribusi. Kemudian dengan ketersedian distribusi, masyarakat terjangkau dalam akses pangan yang murah," imbuhnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA