Wiranto Menilai "Rasa Memiliki" Terhadap Negara Oleh Orang Indonesia Masih Kurang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 28 Mei 2017, 03:24 WIB
Wiranto Menilai "Rasa Memiliki" Terhadap Negara Oleh Orang Indonesia Masih Kurang
Wiranto/net
rmol news logo Dewasa ini, ekonomi di Indonesia belum dapat dikatakan menguntungkan. Sehingga, perlu peran serta masyarakat untuk menunjukkan sense of belonging alias "rasa memiliki" terhadap negara. Seperti yang didengungkan para tokoh nasional pendiri bangsa (Founding Fathers).

"Sebetulnya Indonesia masuk ke dalam ekonomi yang sangat sulit. Dia (Founding Fathers) punya motto yang luar biasa, 'semuanya merasa memiliki.' Jadi, kita lahir dan besar di Indonesia, harus merasa ini milik kita," ungkap Menkopolhukam Wiranto saat menjadi keynote speaker di Talkshow Kebangsaan "Merajut Indonesia dalam Kebhinekaan" di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Sabtu (27/5).

Para Founding Fathers, lanjut Wiranto, menekankan motto tersebut agar masyarakat ikut merasakan konsep bela negara. Sehingga dapat terbangun jiwa nasionalisme pada setiap warga negara.

"Para Founding Fathers mengatakan kalau negara ini milik kita. Ini negeri kita. Baru kita kemudian sadar dan akan kita bela. Baru rasa nasionalisme kita akan bangkit lagi untuk membela," paparnya.

Selain itu, Wiranto menilai semangat toleransi bangsa perlu dibangkitkan kembali. Mengingat, bangsa Indonesia bertumpu pada empat pondasi, NKRI, Pancasila Undang-undang (UU) dan Bhineka Tunggal Ika.

"Saya harap para pemuda, khususnya KNPI bisa menjadi pemersatu NKRI. Bagaimana kita merajut kebersamaan lewat sikap toleransi, semangat bela negara dan semangat untuk menyadari. Bahwa negeri ini milik kita dan wajib dibela. Wajib dirawat, karena merupakan warisan oleh pendahulu kita," demikian Wiranto.[san]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA