Begitu kata Presiden Joko Widodo di hadapan lebih dari 50 pemimpin muslim dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab Islam Amerika, di Conference Hall King Abdulaziz Convention Center, Riyadh, Arab Saudi, Minggu (21/5). Adapun pertemuan ini juga turut dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kata Jokowi, Indonesia meyakini pentingnya menyeimbangkan pendekatan hard power dengan pendekatan soft power dalam memerangi terorisme.
“Selain pendekatan hard power, Indonesia juga mengutamakan pendekatan soft power melalui pendekatan agama dan budaya,†kata ujarnya seperti dikutip dari laman
Setkab.go.id.
Jokowi kemudian memberikan contoh program deradikalisasi yang dilakukan Indonesia dengan melibatkan masyarakat, keluarga, termasuk keluarga mantan narapidana terorisme yang sudah sadar, dan organisasi masyarakat.
Sementara program untuk kontraradikalisasi, Indonesia melakukan rekrutmen kepada netizen muda dengan follower yang banyak untuk menyebarkan pesan-pesan damai.
“Kita juga melibatkan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama untuk terus mensyiarkan Islam yang damai dan toleran," pungkas Jokowi.
[ian]
BERITA TERKAIT: