Jokowi pada forum itu mengklaim bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia ranking 3 dunia. Padahal, yang benar adalah peringkat 3 di antara G-20 dan peringkat 35 di dunia.
Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) Bastian P. Simanjuntak mengatakan kekonyolan itu akan berdampak secara psikologis kepada rakyat, bangsa-bangsa lain, bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa pembual.
"Buktinya presidennya saja berbual," ucap Bastian, Kamis (4/5).
Untuk itu, pemerintah didesak meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan mengklarifikasi soal itu melalui tim ekonomi lewat Menkeu Sri Mulyani.
Klarifikasi dibutuhkan agar tidak terjadi polemik yang akan mengganggu iklim investasi. (Baca: )
Jelas Bastian, kepercayaan dari investor sangat berperan dalam keberlanjutan ekonomi, sehingga kualitas pemimpin menjadi salah satu alasan investor menanamkan investasinya.
"GEPRINDO juga tak ingin Indonesia dijadikan bahan cemoohan di dunia Internasional karena pernyataan yang kurang tepat itu," tukasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: