"Mengenai tudingan saudara sudarto terkait M. Romahurmuziy perlu kami tegaskan bahwa justru Sudarto yang abal-abal dan tidak jelas asal-usulnya," tegasnya dalam surat elektronik ang dikirimkan ke redaksi, Kamis (4/5).
Sudarto sebelumnya​ membandingkan asal usal-usul Romi dengan Djan. Kata dia, Djan sejak awal memang PPP dan pernah menjadi Majelis Pakar DPP PPP sebelum akhirnya menjadi Ketum partai berlambang Ka'bah itu.
Sementara Romi, katanya, masuk ke PPP hanya karena dibawa oleh Ketua Umum PPP saat itu, Surya Darma Ali (SDA). Saat itu, karena kedekatannya dengan SDA, Romi yang baru masuk pun langsung dinobatkan menjadi Wasekjen DPP PPP. Padahal kata dia sebelumnya Romi merupakan Pengurus Garda Bangsa PKB Jawa Barat.
"Kemunculan Sudarto baru-baru ini di kubu Djan Faridz justru yang merusak PPP. Dialah sebenarnya dalang dari kekisruhan ini. Mengklaim dirinya sebagai Ketum Angkatan Muda Ka'bah (AMK), padahal abal-abal. Karena Ketum AMK adalah Joko Purwanto," ketus Aji Tanjung.
Sebelumnya, Romi menyatakan bahwa konflik yang terjadi di PPP tidak hanya terjadi di tingkat pusat, tapi juga hingga ke tingkat daerah. Hal itu menurut Romi karena Djan Faridz selama ini kerab memberikan harapan palsu kepada para pengurus di daerah. Menjawab pertanyaan itu, Sudarto bilang Romi bak maling teriak maling. Tak terima dengan Sudarto, Aji Tanjung pun bereaksi. Pasalnya Aji menilai tindakan Sudarto​ selama ini justru memperkeruh suasana.
"Sudarto yang menjadi dalang dari aksi demo di Menkumham dan istrinya diduga tertangkap kamera bagi-bagi uang. Maka dari itu, saudara Sudarto agar berhenti memecah belah PPP. Kasihan kader di bawah," pungkasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: