"Ini ungkapan cinta dan apresiasi warga yang luar biasa. Jadi terima kasih. Saya pikir lebih baik begini daripada demo. Ini kan demo karangan bunga, artinya dengan cinta. Jadi bentuk apresiasi bahwa tingkat kepuasan warga pada kinerja Basuki-Djarot sangat tinggi," kata Djarot di Balai Kota DKI, Kemarin.
Ia menyadari sebagian warÂga Jakarta kecewa dengan hasil Pilgub DKI 2017. Bahkan ada warga yang masih belum menÂerima pasangan Basuki-Djarot kalah suara dalam putaran kedua. Untuk mengatasi rasa kecewa dan kesedihan mereka, maka warga pun mengirimkan motivasi dan semangat kepada dirinya dan Ahok dalam benÂtuk bunga.
"Saya terima kasih, apresiasi dong. Tentu ini membuktiÂkan bahwa nanti sejarah akan mencatat, yang kalah justru dianggap sebagai hero, sebagai pemenang," ujarnya.
Ia pun menceritakan ibaratpertandingan Piala Dunia tahun1974, saat Jerman Barat dan Belanda bertanding di final. Justru yang lebih dikenal bukan Jerman Barat yang menjadi pemenang Piala Dunia 1974, melainkan Belanda yang dianggap sebagai pemenang oleh para penduÂkung sepakbola.
"Kenapa? Karena Belanda melakukan revolusi sepakbola dengan menggunakan total football," terangnya.
Jadi, lanjutnya, sama dengan kondisi yang dialami warga Jakarta saat ini. Yang dikenang dari kinerja Ahok-Djarot adaÂlah keberanian, kejujuran dan kesungguhan untuk secara toÂtal melayani warga Jakarta.
"Ini apresiasi dari warga ke Basuki-Djarot. Dan banyak diantara mereka yang datang kesini menangis. Saya juga sampaikan, kuatkanlah, kuatÂkanlah hati mereka dan kami," paparnya. ***
BERITA TERKAIT: