"Dan perdamaian itu bukan hanya dengan sesama muslim, tapi juga dengan selain muslim. Bila negara dalam keadaan maka umat Islam juga akan tenteram menjalan ibadah dengan khusu," kata KH Nukman Basori Alwi saat menyampaikan ceramah di hadapan sekitar 1.000 jamaah di Kepulauan Seribu (Kamis, 13/4).
Ironisnya, sambung Gus Nukman, akhir-akhir ini justru ada umat Islam yang menebar ancaman dan kebencian, dan bahkan dilakukan di dalam masjid sendiri. Kebencian ini pun diumbar hanya karena perbedaan politik dalam Pilkada DKI Jakarta.
"Beginilah kalau agama dipakai alat politik maka yang terjadi adalah hujat menghujat kepad lawan politiknya. Parahnya lagi semua ini didalangi oleh kelompok wahabi yang menginginkan Islam di nusantara ini pecah belah," ungkap Gus Nukman.
Menurut Gus Nukman, mereka yang selalu mengatakan sedang membela Islam ini sebenarnya sedang menjalankan operasi membelah dan memecahbelah umat Islam. Maka umat Islam yang tadinya hidup rukun, kini mulai bersitegang.
"Kelompok wahabi ini telah memutarbalikkan fakta yang sebenarnya, dimana Pilgub DKI ini yang sebenarnya adalah pesta demokrasi tapi kelompok wahabi menghubung-hubungkan dengan agama Islam hanya karena ingin memenangkan calonnya menjadi gubernur DKI," ungkao Gus Nukman.
Gus Nukman mengingatkan bahwa kelompok ini jelas membahayakan NKRI yang telah diperjuangkan oleh darah para ulama dan syuhada. Dan pendiri NU, KH Hasyim Asyari, mengatakan bahwa mencintai tanah air itu bagian dari iman.
"Maka kita sebaga orang Indonesia yang beragama Islam wajib mencintai negara dengan cara menjaga NKRI dari rong-rongan kaum wahabi yang ingin merusak Indonesia," demikian Gus Nukman.
Acara ngaji kebangsaan di Kepualaun Seribu ini dilaksanakan oleh PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), yang merupakan organisasi sayap PDI Perjuangan, di bawah koordinasi Imam Yudi Taryudi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: