Kedua, peristiwa yang sangat penting itu diharapkan tidak dikotori dan dinodai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, baik dengan melakukan kecurangan maupun intimidasi kepada petugas TPS seperti yang terjadi di beberapa TPS pada putaran pertama.
"Belakangan ide tersebut berkembang dan diberi istilah tamasya Al Maidah. Tetap dengan tujuan agar dapat membantu terwujudnya Pilgub yang jujur, adil dan secara damai," kata Ketua Gema Jakarta, K.H. Ahmad Lutfi Fathullah melalui rilis pers elektronik dari Iwel Sastra yang diterima redaksi, Kamis (13/4).
Namun demikian, lanjut Ahmad Lutfi, setelah mempertimbangkan kemungkinan timbulnya ekses negatif, maka pihaknya memutuskan untuk meniadakan program tersebut.
Dengan pembatalan program Tamasya Al-Maidah ini, Ahmad Lutfi menegaskan, segala hal yang terkait dengan program Tamasya Al-Maidah tidak lagi ada hubungannya dengan Gema Jakarta.
"Jika ada program Tamasya Al-Maidah yang berlanjut di kemudian hari maka program tersebut bukan lagi program Gema Jakarta dan tidak menjadi tanggungjawab Gema Jakarta," tutupnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: