"Kita menyerahkan kepada DPW untuk membangun komunikasi yang intensif kepada pasangan nomor dua maupun pasangan nomor tiga dan kemudian mereka bergerak memenangkan secara penuh pasangan yang mereka rasa secara komunikasi sudah paripurna dalam bangunan politiknya," ujarnya kepada wartawan, di Surabaya, Jawa Timur, Jum'at (31/3).
Meski demikian, DPP tetap tidak lepas tangan begitu saja. Pria yang akrab disapa Romi itu mengaku tetap memberikan rambu-rambu yang harus ditaati oleh DPW Jakarta dalam menentukan pilihan.
Seperti meminta DPW untuk melakukan pilihan berdasarkan komunikasi lapangan yang secara politik adalah komunikasi politik yang terbaik.
"Yang kedua lakukan pilihan berdasarkan semangat menjaga kondusifitas politik nasional dengan menjaga kondusifitas politik Pilkada DKI," lanjutnya.
Selanjutnya, Romi juga meminta DPW memperhatikan semangat kondusifitas perpolitikan nasional dengan melihat arah koalisi PPP pusat.
"Ini adalah bagian dari atau refleksi dari semangat kita PPP yang merupakan bagian dari koalisi pemerintahan secara besar," jelasnya.
Lebih lanjut, Romi menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya sekali belum mendapatkan laporan resmi dari DPW DKI mengenai arah dukungan. Namun begitu, Romi melihat DPW DKI sudah intensif berkomunikasi dengan salah satu pasangan calon.
"Saya kebetulan dalam dua hari terakhir ini melakukan tour. Secara langsung saya belum menerima laporan, tapi saya melihat ada komunikasi yang lebih intensif kepada salah satu pasangan meskipun belum difinalisasi," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: