Romahurmuziy juga akan memberikan arahan bagi pelatihan kepemimpinan tingkat madia sekaligus pelatihan media sosial untuk kader muda PPP se-Jawa Timur.
Semua kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaring suara bagi partai berlambang Ka'bah dari kalangan muda. Utamanya, dari pemilih pemula untuk pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada 2019 nanti.
"Karena memang sepertiga dari pemilih pada tahun 2019 adalah pemilih pemula," imbuh pria yang akrab disapa Romi itu.
Pemilih muda yang ada saat ini, menurut Romi merupakan kelompok generasi yang tidak pernah mengalami masa-masa sulit berpolitik seperti pada masa orde baru. Karena itu, PPP harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan perkembangan percaturan politik di negeri ini.
"Mereka (pemilih pemula) akan memberikan kontribusi kurang lebih sekitar 30 persen di Indonesia. Ini dalam rangka menyesuaikan irama PPP dengan irama pemilih-pemilih pemula," pungkasnya.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: