Dalam hal ini, Kemenpar tidak hanya fokus mengembangkan kekayaan alam, tapi juga menyasar wisata kuliner Wakatobi untuk mengundang wisatawan mancanegara.
"Dalam portofolio bisnis pariwisata nasional, wisata kuliner ini memiliki porsi yang besar untuk menarik wisatawan," papar Menteri Pariwisata, Arief Yahya, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (29/3).
Menpar Arief menjelaskan bahwa wisata belanja dan kuliner memiliki potensi 45 persen dalam menarik wisatawan. Angka tersebut di atas wisata alam yang hanya 35 persen, wisata kota dan desa yang prosentasenya hanya 35 persen, dan wisata manmade 5 persen.
"Gastronomi (ilmu kuliner) memiliki peran peran penting dalam pariwisata karena sebagian besar pengeluaran wisatawan, selain untuk tiket pesawat dan menginap juga habis untuk makanan dan minuman," tambah Arief Yahya.
Tak hanya melalui cita rasa, kuliner pun dapat dimanfaatkan untuk mendatangkan wisatawan melalui even-even berkala.
"Misalnya even festival kuliner menjadi andalan Batam untuk menarik wisatawan crossborder dari Singapura dan Malaysia," imbuhnya.
Sementara Ketua Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) Vita Datau Mesakh mengatakan bahwa belakangan ini ada peningkatan wisatawan untuk mengunjungi dan mempromosikan tempat wisata dan identitas makanannya untuk kepentingan komersial dan pariwisata.
"Kita dapat melihat gastronomi melalui sudut pandang foodscape. Melalui sudut pandang ini kita bisa mendapatkan gambaran mengenai sosial, budaya, politik, ekonomi, atau sejarah melalui makanan," ungkap Vita yang turut hadir dalam promosi kuliner Wakatobi di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
[ian]
BERITA TERKAIT: