Setidaknya aktivitas penambangan PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng tengah mengancam ratusan mata air yang selamaii mengaliri ribuan hektare sawah petani.
Atas alasan itu, Mahasiswa Nasional untuk demokrasi (LMND) mendukung perjuangan petani kendeng untuk menolak keberadaan PT. Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng.
"Kami menilai, pembangunan pabrik semen tersebut hanya akan menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat sekitar. Kita bisa hidup tanpa semen, tapi kita akan mati tanpa air dan nasi," ujar Sekjend LMND Arif Hidayatullah dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Selasa (21/3).
Selain itu, Arif menilai bahwa penebangan pohon yang akan dilakukan PT Semen Indonesia di kawasan Hutan Kadiwono juga akan menganggu ekosistem. Terlebih, kawasan Hutan Kadiwono selama ini memang dilarang diperuntukan sebagai kawasan industri.
"Jadi penambangan ini juga akan merusak ekosistem alamiah di daerah tersebut," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: