Ketua Badko HMI Sumatera Utara, Muhammad Yusril Mahendra Butar Butar menyampaikan bahwa Amerika Serikat sebagai kekuatan global secara konsisten menjalankan kebijakan luar negeri yang berorientasi pada kepentingan strategis nasionalnya.
Oleh karena itu, kata dia, hubungan bilateral perlu dianalisis secara kritis dan objektif, dengan mempertimbangkan implikasinya terhadap kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, serta posisi strategis Indonesia di tingkat internasional.
"Pemerintah Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan dalam setiap bentuk kerja sama, perjanjian, dan kesepakatan strategis dengan Amerika Serikat," ujar Yusril dalam keterangan tertulis, Senin 5 Januari 2025.
Yusril menegaskan, prinsip politik luar negeri bebas dan aktif yang dianut Indonesia tidak boleh berhenti pada tataran normatif, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan yang independen dan berpihak pada kepentingan nasional.
Dia juga menekankan pentingnya perumusan kebijakan luar negeri yang berbasis kajian akademik, transparansi, serta partisipasi publik.
"Pendekatan ini dinilai krusial agar Indonesia tidak terjebak dalam arsitektur geopolitik global yang berpotensi merugikan kepentingan jangka panjang bangsa," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: