Nezar menyatakan dirinya menerima permintaan maaf Alfian Tanjung serta menegaskan tidak akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.
"Saya keliru dengan data nama yang saya sebutkan yakni nama Nezar Patria. Berbagai hal yang saya sampaikan menjadi tanggung jawab saya, ini kekeliruan saya dan saya memohon maaf," kata Alfian di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Rabu (8/3).
"(Permintaan maaf) ditujukan kepada Nezar Patria dan masyarakat luas yang punya persepsi yang terlanjur punya persepsi keliru," imbuh Alfian.
Menjawab permintaan maaf itu, Nezar pun dengan legawa menerima permintaan maaf Alfian Tanjung seraya memintanya agar selalu menyampaikan hal yang objektif dan membiasakan verifikasi data sebelumnya disampaikan ke publik.
"Terima kasih atas sikap yang terbuka dan ksatria dari Pak Alfian untuk mengakui kesalahan dalam memaparkan data, mengutip sejumlah nama dalam pengajian itu dimana saya termasuk salah satunya," kata Nezar.
Seperti diketahui, dalam sebuah video yang telah menjadi viral dengan 1 juta viewers, nama Nezar Patria disebut oleh Alfian Tanjung dalam salah satu ceramah pengajian. Nezar disebut ikut menjadi bagian kebangkitan PKI dan beberapa nama lain dari Istana Negara.
[ian]
BERITA TERKAIT: