Demikian disampaikan Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait saat mengikuti kirab kebangsaan di Lapangan Bintang Fantasi, Pamanukan, Subang, Jawa Barat (Sabtu, 4/3).
"Ini acara parade budaya yang menyelenggarakan adalah Ansor dan Taruna Merah Putih. Ini untuk mengkonsolidasikan kekuatan akar rumput, arus bawah anak muda Indonesia untuk mendukung Pancasila, pluralisme, dan kebhinnekaan," jelas Ara, sapaan akrabnya.
Menurutnya, selama ini mayoritas rakyat Indonesia diam atau silent majority. Maka untuk melihat situasi sekarang, mayoritas yang selama ini diam harus bergerak menunjukkan sikap.
Ara mengaku melihat hal-hal baik dari diskusi dengan berbagai pihak di sela kirab. Hal itu atas dukungan dari semua pihak.
"Ada kuliner di sini. Bagaimana dikedepankan makanan-makanan lokal supaya terakses dengan pembeli. Kemudian budaya Pencak Silat, Sisingaan, Marawis, Barongsai. Itu menunjukkan pluralisme," tuturnya.
Kirab kebangsaan juga akan kembali digelar di Bogor dan Bekasi dalam waktu dekat. Pekan lalu acara serupa diselenggaraan di Karawang yang juga dihadiri Bupati Karawang Cecilia yang merupakan kader Partai Demokrat.
"Kami bekerja sama untuk Pancasila. Dengan Wali Kota Bogor Arya Bima dari PAN kami kerja sama. Pak Ridwan Kamil tidak berpartai, kami dukung itu. Apapun partainya, anak muda Jawa Barat dan Indonesia mendukung Pancasila. Kalau ada yang mengganggu Pancasila berhadapan dengan kami semua," tegas Ara.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta agar generasi muda jangan sampai dirusak oleh ideologi radikal. Untuk itu, perlu upaya serius mengkampanyekan nilai-nilai kebhinnekaan dan keberagaman seperti yang dilakukan TMP dan Gerakan Pemuda Ansor.
"Saya suka di sini diisi dengan kegiataan budaya yang kreatif. Jadi anak muda kreativitas itu saya banget ya gitu dalam keseharian," bebernya.
Kang Emil, begitu dia disapa, mengatakan bahwa pentingnya kegiatan kirab kebangsaan dan budaya terus digelorakan di daerah-daerah lain. Hal itu sangat penting agar pemuda Indonesia semakin mencintai bangsanya sendiri.
"Pemilik masa depan yang optimis itu ya generasi muda hari ini, jangan sampai dirusak oleh ideologi radikal. Pertahankan Indonesia, perkuat kebhinnekaan Indonesia oleh generasi muda yang cerdas, kreatif dan peduli," jelasnya.
Selain Ara dan Kang Emil, kirab kebangsaan juga diikuti tokoh-tokoh pemuda Jawa Barat, Direktur Wahid Institut Yenny Wahid, sejumlah tokoh masyarakat, dan ribuan perserta kirab yang didominasi kaum muda.
Kirab menampilkan seni budaya Sisingaan, Angklung, Barongsai, Marawis, Pencak Silat, Reog Subang, Tardug. drumband dan paskibra terbaik SMA/SMK di Pantura, Subang. Juga menyiapkan puluhan stand gratis untuk kuliner terbaik di Pantura sebagai dukungan nyata di wilayah itu.
[wah]
BERITA TERKAIT: