Tim Sukses Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Yupen Hadi, mengatakan bahwa di beberapa tempat pemungutan suara (TPS), pihaknya masih menemukan ada DPT ganda dan orang yang sudah meninggal.
"Setelah kita kroscek berkali-kali pun masih ada. Nah, terakhir pas pemilihan pun kita masih menemukan ternyata masih ada yang didaftar. Tapi kita tidak bisa lagi melakukan proses. Mereka sudah terlanjur masuk di dalam DPT," katanya dalam diskusi bertajuk "Kawal Pilkada DKI" di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3).
Masalah kedua yang ditemukannya adalah mengenai surat keterangan (suket) yang tidak sesuai format. Padahal pihaknya sudah mewanti-wanti sejak awal agar suket jangan sampai menjadi modus kecurangan.
"Nah fakta dilapangan kita temukan tuh. TPS 22 (TPS tempat Anies Baswedan memilih) sebagai salah satu contoh. Saya yakin masih banyak TPS seperti TPS 22 ini ditemukan sebanyak kurang lebih 11 suket yang tidak sesuai dengan format. Di satu TPS saja ditemukan 11 suket. Bagaimana dengan TPS lain. Berapa jumlah totalnya. Berapa banyak jumlah pemilihnya. Atau kemudian kepada siapa mereka memberikan suara," bebernya.
Karena itu, Yupen berharap KPUD DKI Jakarta dan Bawaslu DKI Jakarta untuk mengevaluasi persoalan DPT itu agar dalam Pilkada putaran kedua nanti, hal serupa tidak berulang.
[zul]
BERITA TERKAIT: